Pemko Tanjungbalai Sulap Jalan Asahan Jadi Kawasan Heritage

Walikota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mengajak pengusaha berkolaborasi menata Jalan Asahan menjadi kawasan heritage penuh warna serta mendongkrak jenama produk lokal.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 07:10 WIB
Estimasi: 2 min baca • 10 dilihat

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai berencana menyulap kawasan Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, menjadi kawasan heritage yang lebih tertata rapi, bersih, dan berwarna. Rencana ini didasari oleh banyaknya bangunan bersejarah dengan arsitektur kuno khas Belanda di kawasan tersebut.

Guna mewujudkan ambisi tersebut, Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, mengundang langsung para pengusaha ikan yang memiliki tempat usaha di sepanjang Jalan Asahan. Pertemuan strategis ini dilangsungkan di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Walikota Tanjungbalai, pada Kamis sore (22/10/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting di lingkungan Pemko Tanjungbalai, di antaranya Asisten Ekbang Tajul Abrar, Kepala Bapperida Mariani, Kepala BPKPD Siti Fatimah, Kadis Lingkungan Hidup Andri Ginting, Kadis Nakerkopumkm Agus Salim, Kadishub Elvandia, Kadis PMPTSP Usni Syahzuddin Sinaga, serta Kabag Hukum Herman Gultom.

Dalam pemaparannya, Walikota menyampaikan gagasan untuk mengecat seluruh bangunan di Jalan Asahan dengan warna-warni cerah agar menarik perhatian wisatawan. “Kalau kondisi kawasan Jalan Asahan dapat kita wujudkan menjadi kawasan heritage tentunya akan memberi nilai positif bagi para pendatang yang mengunjungi Kota Tanjungbalai, karena terlihat perubahan kawasan yang lebih tertata rapi, indah, bersih, jalan mulus dan berwarna,” jelas Walikota.

Selain penataan fisik kota, Walikota juga mengungkapkan ambisinya untuk mengangkat produk perikanan unggulan Tanjungbalai ke pasar yang lebih luas, baik tingkat nasional seperti Medan dan Jakarta, hingga kancah internasional. Ia prihatin produk ikan asal daerahnya kerap salah kaprah disebut sebagai produk dari daerah lain.

“Saya berharap masyarakat luas mengenal produk ikan dari Kota Tanjungbalai, tidak lagi dikenal seperti sekarang ikan teri Medan padahal ada yang berasal dari Kota Tanjungbalai,” tegas Mahyaruddin.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota mengajak para pelaku usaha untuk menyamakan persepsi dengan membubuhkan label produk khas Tanjungbalai pada kemasan atau packaging produk mereka. Tidak hanya itu, Mahyaruddin juga menekankan pentingnya legalitas dengan mengurus izin usaha serta memenuhi kewajiban pembayaran retribusi daerah, termasuk retribusi kebersihan.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.