Pemprov Sumut dan Pusat Luncurkan Pesantren Bebas TB

Pemerintah Provinsi Sumut bersama pemerintah pusat meluncurkan Gerakan Pesantren Bebas TB dan Cek Kesehatan Gratis Nasional 2026 di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Deli Serdang.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Rabu, 4 November 2026 | 17:01 WIB
Estimasi: 3 min baca • 9 dilihat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memberikan dukungan penuh terhadap penguatan upaya pencegahan serta penanggulangan tuberkulosis (TB) melalui peluncuran gerakan Pesantren Bebas TB. Program nasional ini dihadirkan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan Pemerintah Pusat yang telah menetapkan Kabupaten Deli Serdang sebagai lokasi pusat peluncuran Gerakan Nasional Pesantren Bebas Tuberkulosis (TB) sekaligus pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Nasional Tahun 2026. Kegiatan penting ini dipusatkan di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Desa Tumpatan, Kecamatan Batang Kuis, pada Rabu (4/11/2026).

Dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Sumut Surya bersama Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mendampingi jajaran pejabat tinggi negara, yakni Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Kehadiran para pejabat pusat ini menegaskan sinergi lintas sektor dalam mengentaskan masalah kesehatan di lingkungan pendidikan Islam.

Surya menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun SDM yang tangguh. Karena itu, lingkungan pesantren harus diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan TB melalui edukasi intensif, deteksi dini, hingga pembiasaan pola hidup bersih dan sehat.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak keliru memandang pesantren sebagai sumber penularan. Sebaliknya, pesantren memegang peranan krusial dalam memutus rantai penyebaran penyakit tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk menghapus stigma serta diskriminasi terhadap para penderita TB.

“Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat. Sumatera Utara termasuk provinsi dengan beban TB terbesar keempat di Indonesia. Terdapat estimasi 74.304 kasus yang harus ditemukan pada tahun 2026 dengan target penemuan 90 persen. Hingga 30 Oktober 2026, kasus yang berhasil ditemukan sebanyak 43.976 kasus atau 59,2 persen,” ungkap Surya.

Peluncuran gerakan nasional ini turut disaksikan secara daring oleh seluruh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag), kantor Kemenag kabupaten/kota, serta berbagai pondok pesantren di penjuru tanah air. Wamenag RI Romo Muhammad Syafii menyebutkan bahwa kegiatan di Deli Serdang ini merepresentasikan wajah Indonesia secara keseluruhan dengan melibatkan jutaan santri dan kiai sebagai pilar penting bangsa.

Sementara itu, Wamenkes RI Benjamin Paulus Octavianus memaparkan bahwa Indonesia saat ini menempati urutan kedua dengan kasus TB terbanyak di dunia setelah India. Kondisi darurat ini mendasari instruksi khusus dari Presiden Prabowo Subianto agar penanganan TB dilakukan secara lebih masif dan terstruktur.

“Hingga saat ini, lebih dari 114 juta warga Indonesia telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Melalui pencanangan Pesantren Bebas TB ini, pemerintah ingin memastikan warga pesantren terbebas dari penularan serta mendorong para santri menjadi Duta Kesehatan,” jelas Benjamin.

Sebagai wujud komitmen pemerataan fasilitas kesehatan, pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp120 triliun guna merehabilitasi 441 rumah sakit daerah serta memperbarui 1.988 puskesmas di seluruh wilayah Indonesia mulai tahun depan.

Pimpinan Pondok Pesantren Mawaridussalam, Busron Sudarmanto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas kehormatan yang diberikan kepada institusinya sebagai pusat peluncuran program nasional tersebut. Menurutnya, kesehatan fisik yang prima sangat dibutuhkan para santri dan pengajar demi kelancaran kegiatan belajar mengajar.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.