DWP Sumut Dorong Ibu Tanamkan Kesetaraan Gender Sejak Dini

DWP Sumut mengajak para ibu untuk berperan aktif mewujudkan kesetaraan gender melalui pendidikan anak sejak dini di keluarga.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 14:40 WIB
Estimasi: 3 min baca • 14 dilihat

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) aktif mendorong kaum ibu untuk mengambil peran strategis dalam mewujudkan kesetaraan gender melalui pola asuh dan pendidikan anak. Dorongan tersebut disuarakan secara tegas melalui sebuah seminar yang menggarisbawahi pentingnya memberikan hak, kesempatan, serta dukungan yang setara bagi anak laki-laki maupun perempuan.

Kegiatan bertajuk “Peran Ibu dalam Kesetaraan Gender terhadap Pendidikan Anak” ini dihelat di Kantor DWP Sumut, Medan, pada Selasa (20/10/2026). Acara dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Sumut, Boya Yanti Gultom Timur, serta menghadirkan narasumber inspiratif Madame Puly, dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta anggota DWP dari berbagai wilayah di Sumut.

Menurut Boya Yanti Gultom Timur, penyelenggaraan seminar ini bertujuan memperluas wawasan para ibu agar mampu memberikan porsi kesempatan yang berimbang kepada anak perempuan dan laki-laki. Dengan demikian, kedua belah pihak memiliki kebebasan yang sama untuk belajar, berkembang secara optimal, dan mengejar mimpi mereka.

“Ibu merupakan pendidik pertama bagi anak, dan pondasi karakter, mental, serta cara pandang masa depan anak dibentuk di tangan ibu. Ibu bertanggung jawab memastikan anak laki-laki dan perempuan memperoleh hak, kasih sayang, kesempatan, dan dukungan yang setara dalam pendidikan, tanpa dibatasi stigma sosial,” ujar Boya dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh anggota DWP Sumut untuk menjadi agen perubahan dan pelopor kesetaraan gender bermula dari lingkungan keluarga masing-masing. Para ibu diharapkan mampu membimbing buah hati untuk saling menghargai sesama manusia dan tumbuh besar tanpa sekat diskriminasi.

Sementara itu, narasumber Madame Puly menguraikan bahwa rumah merupakan institusi pendidikan perdana bagi anak untuk menyerap nilai-nilai kehidupan dan prinsip keadilan. Guna merealisasikan kesetaraan gender, orang tua wajib menyamakan visi dalam mendidik serta memperlakukan anak laki-laki dan perempuan secara proporsional.

Madame Puly merinci tiga pilar utama peran ibu dalam menanamkan kesetaraan gender. Pertama adalah membentuk keyakinan positif pada diri anak. Kedua, membangun karakter luhur dengan menanamkan nilai empati, keberanian moral, sikap saling menghormati, serta rasa tanggung jawab.

“Peran ketiga yaitu membuka kesempatan, anak laki laki dan perempuan sama-sama didukung untuk belajar dan bercita-cita,” terang Puly.

Tidak hanya itu, Madame Puly juga menekankan pentingnya posisi ibu sebagai teladan atau role model yang nyata di tengah keluarga. Keteladanan tersebut dapat tercermin tatkala ayah dan ibu mengambil keputusan secara musyawarah dan saling menghargai pendapat satu sama lain.

Pembagian tugas domestik dan pengasuhan anak juga seyogianya dipikul bersama sebagai bentuk kerja sama tim dalam rumah tangga. Di samping itu, seorang ibu juga perlu menunjukkan apresiasi terhadap diri sendiri dengan membuktikan bahwa perempuan mempunyai hak penuh untuk mengenyam pendidikan, berkarya, dan terus berkembang.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, DWP Sumut menaruh harapan besar agar para ibu semakin mendalami urgensi penanaman nilai kesetaraan sejak usia dini. Langkah ini diyakini mampu melahirkan generasi anak laki-laki dan perempuan yang memiliki rasa percaya diri tinggi, saling menghormati, serta mempunyai peluang setara dalam menyongsong masa depan gemilang.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.